5 bangunan bersejarah
di indonesia
Istana Maimun
Istana
Maimun telah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera
Utara. Terletak di kawasan Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai
dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al
Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini merupakan warna
khas Melayu.
Arsitekturnya
yang unik adalah daya tarik utama dari Istana Maimun. Pengaruh Eropa terlihat
jelas pada balairung atau ruang tamu, jendela, pintu dan sebuah prasasti di
depan tangga yang bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Sedangkan, ciri
Islam muncul pada atapnya yang bergaya Persia yang melengkung, style yang
banyak dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah.
Bagian dalam
Istana Maimun juga menarik untuk disusuri. Di balik dinding-dindingnya yang
kokoh, terdapat puluhan kamar yang tersebar di dua lantai. Kemegahan pun
terlihat pada singgasana, lampu kristal Eropa, kursi, meja maupun lemari.
Foto-foto keluarga, senjata-senjata kuno, termasuk ruang penjara, juga ada di
istana ini. Walaupun masih menyimpan benda-benda bernilai sejarah, Istana
Maimun masih membolehkan wisatawan untuk berkunjung dan menikmati kemegahan
sekaligus menyelami kejayaan Kesultanan Deli masa lalu.
Mesjid Istiqlal
Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung
kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah,
yaitu Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama
menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5
hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek
Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,
sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada
masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai
dengan arti dari nama yang disandangnya.
Mesjid
Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti
bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga
dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada
kitab suci Al Qur’an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini.
Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di
Indonesia!
Gereja Katedral
Gereja Katedral yang berada
tak jauh dari Mesjid Istiqlal adalah bangunan berdesain unik yang selalu
menjadi perhatian wisatawan. Usia bangunan bergaya neo gothic ini memang sudah
lebih dari seabad. Tidak heran bila bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu
bangunan cagar budaya yang dilindungi kelestariannya.
Walaupun
begitu, Gereja Katedral yang resmi digunakan pada tahun 1901 ini, masih berdiri
kokoh dan elegan di tengah “berisiknya” Jakarta. Keunikan dari gereja hasil
rancangan seorang pastornya yang bernama, Antonius Dijkmans ini, terlihat pada
dua menara yang mengapit pintu masuk. Di atas menara tersebut ada dua menara
kecil lain yang tersusun dari rangkaian besi. Demikian juga dengan menara
ketiga. Pada puncak setiap menara terdapat lonceng kuno yang dibuat sekitar
tahun 1800 sampai awal 1900-an.
Gedung Sate
Di Kota Bandung yang sejuk,
Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang
lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini
banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama
Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk
sate di puncak menara utamanya.
Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924.
Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924.
Bangunan ini
mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya
terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab
itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang
“berani beda” dan tak populer di zamannya.
Kini, di
depan bangunan ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang gugurnya para
pejuang Jawa Barat saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka.
Setiap hari Minggu atau hari libur nasional, gedung ini selalu dipenuhi
wisatawan.
Usai menikmati
kemegahan gedung ini dari luar, Anda bisa menuju menaranya untuk menyaksikan
benda-benda bersejarah. Atau bisa juga sekadar bersantai di kafe yang ada di
gedung ini sambil menikmati suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan
segar.
Tongkonan
Selain bangunan peninggalan
kolonial, Indonesia juga memiliki sejumlah rumah adat dengan bentuk atau desain
yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era modern yang
menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok manusia yang masih
mencintai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh
leluhurnya. Dan Tongkonan, rumah adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi
Selatan, adalah salah satunya.
Tongkonan
memang memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah adat lainnya. Rumah ini
berupa rumah panggung dari kayu. Atapnya yang terbuat dari susunan bambu yang
dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung seperti perahu telungkup,
membuat rumah ini mirip dengan Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minang atau
Batak. Dinding rumah yang terbuat dari kayu, juga diukir dengan aneka ukiran
khas Toraja.
Ciri lain yang paling menonjol pada Tongkonan adalah
adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk indah yang disusun pada
sebuah bang utama di depan setiap rumah. Jumlah kepala kerbau yang ada di
setiap rumah bisa berbeda. Semakin banyak “hiasan” ini di sana, maka semakin
tinggi derajat keluarga yang tinggal di dalamnya. Karenanya. Tongkonan juga
menjadi salah satu daya tarik wisata Tator dan banyak diminati para pecinta
foto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar